Jumat, 02 April 2013
Beras solok “beras unggulan di indonesia”
Beras
adalah bahan pokok di dalam kebutuhan hidup manusia, setiap hari orang
indonesia pasti mengkonsumsi nasi,kalau tidak makan nasi satu hari jadi
gimana gitu, serasa ada yang kurang, iyakan? Kalau bareh solok atau
beras solok, pasti anda sudah pernah mendengarnya kan? Rasanya sudah
tidak asing lagi di telinga orang sumatera barat, bahkan saking
terkenalnya beras solok ini dijadikan lirik lagu daerah sumatera barat,
beras solok menjadi beras unggul dan terkenal diIndonesia, termasuk di
Negara tetangga, rasanya tidak lengkap bila makan dirumah makan padang
kalau nasi nya bukan beras solok.
Beras solok berasal
dari kota dan kabupaten solok di provinsi sumatera barat, bareh asli
solok juga beragam, ada namanya sokan, caredek, sari baganti, batang
piaman, pandan wangi dan lain – lain, namun yang paling terkenal dan
enak rasanya adalah bareh solok anak daro, anak daro ini berwarna putih
bersih dan butiran berasnya agak kecil, akan tetapi jika setelah
selesai di masak butiran nasi nya akan lebih besar dari nasi beras
biasa.
Tidak ada yang bisa
memastikan kapan ditemukannya beras solok ini, namun menurut orang –
orang tua, beras solok sudah ada sejak nenek moyang mereka dahulu dan
beras solok asli ini bibitnya bukan hanya bersumber dari daerah solok,
namun ada juga yang berasal dari daerah batu sangkar dan pariaman,
disinilah letak kekuasaan tuhan, tuhan memberikan keistimewaan untuk
tanaman padi yang ada di daerah solok, padi yang sama di tanam di daerah
yang berbeda menghasilkan cita rasa beras yang berbeda pula, namun,
bila bareh solok asli ini di budidayakan di daerah lain, rasa beras
solok ini akan berubah tidak terlalu wah seperti bareh solok asli nan
tanamo dan lamak rasonyo. Seperti lirik lagu bareh solok yang di
ciptakan oleh nuskan syarif di tahun 60an, “urang sumpujalan barampek,
di singkarak singgah dahulu, bareh baru makan jo pangek, indak Nampak
ondeh mak mintuo lalu” Yang artinya, orang sumpu (nama daerah
dipinggiran danau singkarak, termasuk dalam kabupaten tanah datar) jalan
berempat, di singkarak singgah dahulu, beras baru makannya dengan
pangek, saking enaknya makan, sampai – sampai mertua lewat tidak
kelihatan.
Dengan makin terkenalnya
beras solok, banyak oknum yang tidak bertanggung jawab memalsukan
beras solok. Berbagai cara di lakukan, contohnya dengan mengoplos beras,
dicampur dengan beras lain yang mirip, kalau dilihat sekasat mata
memang kelihatan asli, tapi setelah di masak akan terasa bedanya.Dan ada
juga yang memalsukan dengan cara, padi dari daerah lain di masukan
kedaerah solok, lalu digiling di tempat penggilingan padi di solok.
Perbuatan ini tentu sangat merugikan konsumen, maka dari itu, hendaknya
konsumen jeli dalam melihat sebelum membelinya. Kata orang di dunia
maya “no picture = hoax” kalo di dunia kuliner “belum di cicip belum
percaya rasanya, tampilan kan bisa menipu” jadi.. silahkan di coba,
pasti andaakan merasakan perbedaannya, soal rasa lidah memang tidak bisa
berbohong

Tidak ada komentar:
Posting Komentar