Musik

Rabu, 19 Juni 2013

Rombongan Napak Tilas DPRD Kab. Solok Hilang di Hutan


Hutan perawan

kab.Solok.Padang,
Rombongan napak tilas yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Solok Syafril Dt. Siri Marajo, dilaporkan hilang di hutan yang membentang dari Solok-Padang. Tim SAR sudah turun melakukan pencarian sejak Senin (27/5). Namun hingga Senin malam belum ada kabar beritanya.
"Penyisiran dilakukan dari arah berlawan dari rombongan. Tim SAR sudah menyisir dari Koto Lalang Belimbing, Kuranji, Kota Padang," ujar Kepala BPBD Padang, Budhi Erwanto.
Rombongan yang berjumlah 51 orang ini start napak tilas dari Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok pada Sabtu (25/5) pagi. Direncanakan tiba di wilayah Kota Padang, Sumatera Barat pada Minggu (26/5). Namun hingga Senin (27/5) rombongan belum muncul.
Kuat dugaan lokasi hilang rombongan napak tilas Ketua DPRD Solok ini sama dengan lokasi hilangnya Bupati Solok Gawaman Fauzi pada waktu dulu. "Kalau tidak salah loasi rute napak tilas ini pernah dilalui Gamawan Fauzi waktu menjadi Bupati Solok dulu, yang juga hilang beberapa hari kemudian ditemukan lagi," ujar Hendri, warga Paninggahan, Solok.
Ada juga yang menyebutkan kawasan yang dilalui rombongan napak tilas ini sarat dengan unsur magis dan merupakan kawasan penuh kekuatan ghaib. Ini dikuatkan senior KPA Galapagos, Yudi. Katanya, hutan di Paninggahan masih termasuk perawan dan kuat unsur magisnya. "Pengalaman teman-teman, penujuk arah kompas saja pernah tidak bergerak di hutan ini," kata Yudi.
Kepala BPBD Kota Padang Budhi Erwanto membantah soal kekuatan magis itu. Katanya, kemungkinan rombongan tertahan karena aliran sungai di kawasan hulu meluap. "Kita harapkan rombongan berada dalam kondisi baik," kata Budhi.
Budhi belum bisa memastikan kapan rombongan napak tilas Ketua DPRD Kabupaten Solok ini bakal memasuki wilayah Kota Padang. "Sampai malam ini petugas BPBD Kabupaten Solok serta BPBD dan Pemadam Kebakaran Kota Padang masih menunggu rombongan di wilayah perkampungan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang," ujar Budhi.

tentu hal ini mengigatkan kita akan kejadian yang serupa yang menimpa bapak menteri  Dalam negeri Gamawan Fauzi
Gamawan yang Pernah Hilang 5 Hari di Rimba
Saat menjadi Bupati Solok, Gamawan tersesat di rimba Bukit Barisan.
Banyak prestasi yang diraih Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi selama berkarier di panggung birokrasi. Tapi siapa sangka karier melejit ini diperolehnya setelah hilang selama lima hari di hutan kawasan Bukit Barisan?

Bagi Gamawan, peristiwa ini yang dikatakannya sebagai cobaan terberatnya selama menjadi Bupati Solok. Tak bisa dipungkiri, lolos dari lebatnya hutan Bukit Barisan menjadikan Gamawan Fauzi semakin populer di mata publik Sumatera Barat.

Sejumlah media massa lokal maupun nasional menayangkan kisah Gamawan yang berhasil ditemukan dengan selamat setelah hilang lima hari itu. Sebelum kejadian pada Agustus 1999 itu, Gamawan hanya dikenal sebagian besar masyarakat Solok dan sejumlah birokrat di Sumatera Barat.

"Harus diakui, popularitas beliau meningkat setelah kejadian itu. Mungkin ada orang menilai peristiwa itu sebagai sensasi pak Gamawan untuk mencari popularitas, tapi sebenarnya bukan seperti itu," kata Johnny Roozeno (60 tahun), komandan pencarian Gamawan Fauzi serta petinggi daerah Kabupaten Solok yang hilang saat itu.

Menurut Johnny yang menceritakan kembali peristiwa itu Senin 19 Oktober 2009, Gamawan melakukan napak tilas dari Desa Paninggahan, Kabupaten Solok, menuju Lubuk Minturun, Kota Padang, atas dasar permintaan ninik mamak Paninggahan. Saat itu, rombongan Gamawan dan sejumlah pejabat di kabupaten tersebut meninjau tanah ulayat masyarakat Paninggahan yang berperkara dengan Belanda. Dalam kondisi normal, jalan tembus dari Kabupaten Solok menuju Padang bisa dicapai dalam tempo 18 jam.

Namun setelah sehari perjalanan, rombongan Gamawan dan terpecah menjadi tiga rombongan besar ini diakibatkan karena tawon tanah yang mengamuk. "Kondisi ini yang memecahkan rombongan Gamawan menjadi tiga dan keluar dari hutan pada tiga lokasi berbeda," kata Johnny.

Tim yang dikomandoi Johnny berhasil mengetahui kondisi Gamawan dan rombongan pada hari ketiga setelah terpisah. Komunikasi tim pencari dengan rombongan Gamawan berlanjut lewat handy talky yang kebetulan tertangkap gelombangnya. Pada hari keempat, tim pencari berhasil menemukan Gamawan dengan 115 rombongannya dalam kondisi terisolasi di patahan bumi yang merupakan air terjun. "Beliau terharu saat kita temui dan kondisinya sangat kekurangan makanan," kata Johnny.

Bagi Gamawan, hilang selama lima hari di hutan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi dirinya.  Kejadian ini dianggapnya sebagai cobaan terberat yang dialami sepanjang karirnya sebagai bupati. Dan, tak bisa dipungkiri, setelah kejadian itu popularitasnya meningkat dan berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan dari presiden.

Enam tahun setelah kejadian itu, Gamawan berhasil duduk sebagai Gubernur periode tahun 2005 hingga 2010. Belum genap lima tahun menjalankan tugas, Gamawan juga diprediksi akan mengisi kursi Menteri Dalam Negeri di kabinet SBY-Boediono.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar