ISTANA PANDAN PANINGGAHAN
ISTANA PANDAN, didedikasikan
kepada seluruh elemen pendukung. Mulai dari masyarakat pengrajin
mandiri, pengrajin upahan, pengusaha diversifikasi produk anyaman
pandan, pedagang pengumpul dan pengecer, para konsumen dan penikmat
setia produk kerajinan rakyat anyaman pandan, untuk pemerintah dan
swasta yang telah, sedang dan akan memberikan perhatian, pembinaan serta
bantuan moril dan materil demi eksistensi kerajinan tradisional
(rakyat) kita, kepada bapak/ibu angkat yang telah berjasa, bagi para
sukarelawan yang peduli, bahkan juga kepada mereka yang sekedar
menyaksikan segala kondisi yang dihadapi oleh masyarakat kecil pengrajin
anyaman penjaga dan perekat tradisi yang telah membentangkan budaya
demi membangun kehidupan keluarga. Tidak lupa juga kepada para pengusaha
TIKAR PLASTIK dan SEJENISnya.
Dedikasi kami tujukan special kepada PENGRAJIN ANYAMAN PANDAN DI NAGARI PANINGGAHAN KECAMATAN JUNJUNG SIRIH KABUPATEN SOLOK, khususnya Sumatera Barat, Indonesia Umumnya.
__________________________
Tikar plastik, tikar pandan
Kita duduk berhadapan
Lambang dua kekuatan
Tikar plastik, bikinan pabrik
Tikar plastik, bikinan pabrik
Tikar pandan, dianyam tangan
Tikar plastik makin mendesak
Tikar pandan yang bertahan
Tikar plastik, tikar pandan
Tikar plastik, tikar pandan
Kalian duduk dimana….?
‘KEPING’ (Kelompok Pinggiran), mereka adalah sekelompok mahasiswa yang
melakukan sebuah aksi peduli kerajinan rakyat pada tahun 1997 di sekitar
Solo Jawa Tengah. Sebagai atribut gerakkan, syair lagu ‘tikar palstik,
tikar pandan’ dengan kentara memuat pesan dua kekuatan. Kekuatn modal
Tikar Plastik yang mendesak dan mengancam eksistensi Tikar Pandan. (Sumber:
Dok. Pusat Studi Antar Komunitas (PUSAKA), Padang, 2002 dalam Yonni
Saputra, Kerajinan Anyaman Pandan DI Paninggahan Kecamatan Junjung SIrih
Kabupaten Solok, 1987-1998. Skripsi Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas Padang, 2004).
| Foto: Koleksi Pribadi (2004), Sumber: Anyaman Pandan 'Perdana' |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar